Waktu terus saja bergulir, silih berganti terus berganti hingga suatu saat nanti menemukan titik kesuksesan yang selama ini masih menjadi tanda tanya dalam hidupku. Suatu saat menemukan sosokmu kembali hadir dalam setiap langkah kakiku, sampai saat ini aku selalu saja ingin menghapus sosokmu yang kini mulai berubah menjadi abstrak tapi seketika perasaan itu diselimuti oleh kerasnya dirimu yang selalu saja hadir tiba-tiba dalam setiap hembusan nafasku, aku tak tahu apa yang harus aku lakukan, aku takut salah mengambil keputusan sungguh aku takut akan semua keputusan yang aku buat. Aku terus saja bertanya pada diriku sendiri tapi jawaban yang aku dapatkan tidak betul-betul membuatku yakin akan semuanya. Aku ingin menangis tapi air mata ini terus saja tertahan, terus tertahan dan hanya membuatku semakin sakit.
Mungkin ini yang dikatakan oleh orang-orang ketika kamu jatuh cinta jangan dibawa serius, bawa enjoy saja karena akhirnya hanya akan membuatmu sakit ! Awalnya aku sempat berpikir demikian tapi seiring berjalannya waktu aku terus terbawa dan hanyut akan sosokmu yang selalu saja mengukir kisah manis dalam hidupku. Aku mulai menanggapi dengan serius dan memulai semuanya dengan hati tapi ujung-ujungnya hanya menyisakan kenangan yang sesekali membuatku sakit.
Hujan malam ini membawaku menulis kembali akan sosokmu yang kini menjadi abstrak dalam hidupku. Setetes air hujan yang turun dari langit membuatku teringat kembali akan dirimu. Aku tak bisa memungkiri bahwa sebenarnya aku masih sayang sama kamu. Sungguh aku tidak bisa memungkiri hal itu, aku masih sayang kamu walaupun aku tidak tahu perasaanmu yang sebenarnya akan sosok diriku ini.Setiap tetesan air hujan ini membuatku teringat kembali sosokmu yang dulunya selalu saja bermain gitar dan menyanyikanku sebuah lagu. Sungguh moment yang sulit aku lupakan.
Aku tak paham akan semua pemikiranmu. sungguh aku tak memahami apa yang kamu rencanakan dibalik sikapmu sekarang ini ? Aku terus bertanya dan tak sering pula aku curhat dengan sahabatku akan sosok dirimu tapi lagi dan lagi jawaban mereka tidak betul-betul meyakinkanku.
Kemanakah dirimu yang dulunya nyata ? kenapa dirimu harus berubah menjadi abstrak ? kenapa kamu harus seperti ini ? apakah ini hanya perasaanku saja ? apakah aku harus menjauh juga ? ataukah aku yang selalu saja mengganggumu ? apakah aku harus mencari sosok penggantimu sementara hati ini masih saja kekal dalam jiwamu ?. Semua pertanyaan ini belum menemukan jawaban yang pasti !
Jujur sesekali aku cemburu ketika melihat komentar-komentarmu di facebook dengan teman-teman lainnya. Aku sakit, aku rapuh ketika melihat kedekatan kalian sementara aku ? sepertinya kamu tidak menganggapku lagi. Aku seperti hanya menjadi bayang-bayang mereka, tidak pernah terlihat olehmu. Mungkin bagimu ini terlalu berlebihan tapi bagiku di blog inilah aku bisa mencurahkan semua perasaanku. Setidaknya setelah aku menulis di blog ini, aku mulai lega akan semuanya dan aku yakin suatu saat kamu akan membacanya dan mengerti sedikit perasaanku bahwa aku masih sayang sama kamu.
Kamu berubah, kamu menghilang. Terkadang aku mau seperti kamu yang begitu mudah melupakan semuanya, begitu mudah berubah bahkan kamu seperti tidak pernah ada hubungan spesial denganku. Aku ingin belajar menjadi sosok dirimu yang begitu mudah melupakan semuanya.
Aku selalu saja berharap setelah aku bangun dari lelapnya tidurku, aku amnesia akan dirimu (Just about you) sehingga aku bisa memulihkan hubungan kita sebelum pacaran. Hubungan yang sangat dekat dan kamu selalu saja membuatku tertawa akan tingkahmu yang aneh. Aku ingin mengulang semuanya aku ingin memulihkan semuanya. Sehingga tidak ada lagi perasaan canggung yang kita rasakan.
Aku bukan orang yang bisa membaca pikiranmu yang selalu saja paham apa yang kamu pikirkan. Aku tidak bisa memahami semuanya tanpa penjelasan yang pasti. Tapi biarlah aku akan terus menjalani semua ini walaupun sesekali sosokmu hadir kembali tapi aku yakin suatu saat perasaanku ini akan hilang dengan sendirinya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar