Setiap kali bertemu dengamu aku selalu saja ingin berbincang banyak, ingin rasanya aku menceritakan semua pengalaman yang aku dapatkan dan aku juga ingin mendengar semua cerita tentang hidupmu. Tapi kenapa ? setiap kali bertemu denganmu aku jadi menciut aku takut mengajakmu berbicang. Sungguh canggung ! Semua tak lagi sama, kamu begitu santai. Pernahkah kamu bayangkan rasanya jadi aku ? aku yang selalu saja terlihat ceria dihadapanmu tapi kenyataannya sakit, aku yang terlihat begitu santai tapi sebenarnya rindu, aku yang terlihat cuek tapi sesekali aku memperhatikanmu. Sadarkah kamu akan semua itu ?. Jujur begitu sulit aku lakukan, aku tertikan dan mulai kesakitan akan pukulan yang aku hadirkan.
Kalau boleh aku meminta, aku ingin sekali seperti dulu ketika kamu selalu saja mengelus kepalaku, melihat senyummu, mendengar suaramu yang merdu, duduk berdua denganmu, ketika aku marah akan tingkahmu yang aneh dan kamu selalu saja meminta maaf. Andaikan semuanya bisa terulang ? Tapi nyatanya ini hanya sebuah pengandaian.
Jujur aku bingung akan diriku sekarang ini. Aku tak tahu pasti perasaanku akan dirimu. Antara sayang, benci, hanya menganggap teman, dan jatuh cinta sepintas itu beda tipis. Aku tak bisa membedakan apa yang aku rasakan saat ini. Kalau aku pikir sebenarnya dirimu sudah dari dulu menghilang dari hatiku tapi kenangan tentangmu masih saja terukir indah. Seandainya kenangan itu hanya sebuat coretan balpoint pasti sudah dari dulu aku menghapusnya tapi nyatanya kenangan adalah ukiran yang sulit untuk dihapus karena kenangan akan kekal dalam jiwa kita.
Tuan, pernahkah kamu bayangkan rasanya jadi aku ? aku ingin sekali seperti teman-teman yang lain yang bisa berbincang denganmu. Mereka dengan santainya bercanda tawa denganmu. Tapi aku ? aku selalu saja ingin mengajakmu bercerita tapi aku tak tahu akan aku mulai dari mana percakapan kita. Aku takut percakapan yang aku lontarkan hanya membuatmu bosan.
Aku tak pernah menyesal mengenalmu tapi yang aku sesalkan adalah perasaan ini ! kenapa aku harus jatuh cinta denganmu ? kenapa dulu aku tak bisa menahan perasaan ini ? kenapa aku harus membalas perasaanmu ?. Andaikan saja dulu aku mematikan perasaan ini, mungkin semuanya akan baik-baik saja, mungkin kita masih bisa akrab masih bisa bercanda dan masih bisa saling support
Tahu tidak aku selalu menantikan pertemuan kita ? karena aku sudah merencanakan semuanya, aku merencanakan kelak kita bertemu aku akan berbincang banyak denganmu. Tapi semuanya tak seperti yang aku khayalkan, aku tiba-tiba menciut dan keberanianku untuk mengajakmu berbincang bahkan untuk sekadar menyapa mulai hilang dan denyut nadi ini seakan-akan melemah.
Tuan, jangan ke-GRan ! aku ingin mengajakmu berbincang karena aku ingin memulihkan hubungan kita sebelum pacaran. Aku sadar aku tak boleh berharap banyak denganmu. Bahkan harapanku akan sosokmu sudah punah karena aku lelah terus menerus seperti ini.
Pernahkah kamu bayangkan rasanya jadi aku ? Berkali-kali sakit dan tak jarang nangis untuk melupakanmu tapi semuanya terasa sulit. Disaat aku menjatuhkan hatiku kepadamu kamu malah menghindariku. Pernahkah kamu bayangkan rasanya jadi aku disaat perasaan ini terlanjur dalam kamu malah bersikap dingin denganmu. Sungguh menyakitkan !
Pernahkah kamu bayangkan rasanya jadi aku ? TIDAK ! aku yakin kamu tak pernah membayangkan semuanya bahkan untuk menjadi temanmu sangat sulit. Tuan, jangan paksa aku untuk membencimu bahkan melupakanmu, jangan paksa aku bersikap seperti dirimu ! Tuan, kalau saat ini kamu bertanya tentang perasaanku, Aku tak tahu !
Tuan, aku bukanlah wanita yang cukup sabar dan mudah ikhlas melupakanmu. BUKAN ! jadi jangan lakukan itu kepadaku, aku sadar kita memang tidak bisa dipersatukan layaknya sepasang kekasih lagi. Tapi yang aku harapkan adalah kita dipersatukan untuk menjadi sahabat yang saling support selalu ada saat suka dan duka. Tapi nyatanya kamu hanya hadir disaat kamu membutuhkanku. Setelah itu ? kamu menghilang !
Tuan, aku pernah berpikir untuk tetap menjaga hatiku untukmu bahkan dulu itu selalu jadi mimpiku, sekarang aku lelah terus menerus seperti ini tak ada tanda akan hadirnya sosokmu seperti dulu. Aku mundur dan membiarkan perasaan ini pergi jauh dariku walaupun belum ada sosok pengganti dirimu....Aku yakin bisa ! Kamu saja bisa seperti ini, kenapa aku tidak ? jangan beranggapan ini balas dendam, aku hanya ingin pergi aku lelah aku ingin merenggangkan hatiku sejenak akan sosokmu tapi tidak mencari orang lain karena itu bukan cara yang baik.
Tuan, mungkin ini memang rencanamu membuatku tak lagi mencintaim. Aku akui kamu BERHASIL karena sudah terbiasa tanpamu dan perasaan yang dulunya 100% kini berubah dan bahkan tiap saat menurun . Aku bisa buktikan ketika kamu sms, biasanya aku begitu senang tapi sekarang biasa saja. tak ada yang membuatku berteriak kegirangan !. Tuan, memang perasaan ini belum sepenuhnya menghilang karena sebagian hatiku masih terselip dalam jiwamu. Jujur, aku masih sering merindukanmu !
Tuan, Maafkan aku ! Aku masih sering memimpikanmu. aku telah berusaha untuk tidak menghadirkanmu dalam mimpiku tapi semuanya muncul begitu saja. Pernahkah kamu bayangkan rasanya jadi aku ? aku hanya bisa melihat sosok nyatamu dalam mimpiku dan aku hanya bisa bercakap denganmu dalam mimpi
Tuan, tulisanku ini jangan terlalu dianggap serius, ini hanya sekadar hobi mengisi waktu luang sebelum kuliah. Tuan, aku berharap Allah selalu mempertemukan kita sehingga aku bisa memulihkan semuanya seperti sebelum kita pacaran dulu. Kalau aku boleh meminta lagi, aku mau jadi sahabatmu, aku mau kamu seperti dulu yang selalu ada disaat aku membutuhkanmu, aku mau rasa canggung ini lenyap dan besarnya rasa gengsi dan ego ini menghilang sehingga aku dengan mudahnya mengajakmu berbincang. Aku tak berharap banyak, aku hanya ingin seperti dulu lagi !