Aku bingung -_- aku masih bertanya-tanya -_-? apakah semua ini cara kamu untuk merubah sikapku yang cuek ? tapi kamu tahu nggak dalam Diamku melihat tingkahmu, sakit yang ku rasakan. Terkadang aku ingin marah, marah ? hm serbah salah juga -_- kamu, pacar aku dan dia adalah teman kita. Aku nggak ingin merusak semuanya demi kecemburuanku ini.
Kamu tahu nggak ? ketika aku sakit, kamu bahkan nggak peduli dan memilih curhat dengan dia. aku sangat ingat kamu duduk dibelakang dan duduk dikursi, sedangkan dia, dia duduk dilantai. Sakit...Sakit..Sakit hati ini, remuk hati ini melihat semuanya. Sampai sekarang, aku masih belum bisa mengatakan semuanya, aku lebih memilih menuangkan semua yang kurasakan dalam blog yang sederhana ini, karena aku berharap suatu saat kamu akan membukanya dan membaca semua isi hatiku yang tidak bisa aku ungkapkan di depan kamu. Diam ? bukan berarti tak terjadi apa-apa, aku cuma ingin menjaga perasaan kamu dan dia walau aku sakit. Aku tahu kalian nggak punya hubungan spesial sekedar curhat. tapi ? entah mengapa aku sangat khawatir, aku takut aku takut, takut dan sangat takut ketika rasa sayang kamu ke aku terbagi untuk dia.
Sesering mungkin aku berpikir, kalian sekedar teman dan sesering itupula aku sakit. Terkadang aku minder, aku pikir dia lebih tahu tentang kamu daripada aku. Nyesek banget !!! Dalam diamku aku cuma bilang "Rid, sabar ! jangan marah. tapi haruskah aku mengorbankan perasaan ini ? aku masih ingat ketika kamu membawa tas dan helm dia. aku tahu dia minta tolong ke kamu. Tapi, pernahkah kamu memikirkan sedikit saja perasaanku ? Okelah kamu memang terlalu baik bahkan tidak bisa menolak. Tapi tolong jangan lakukan semua itu dihadapanku. Tolong ! :'( terlalu sakit.
Aku berlebihan ? berlebihan ? kayaknya memang iya, tapi semua ini karena rasa sayang aku ke kamu. Akankah kamu sadar, selama ini aku jaga jarak dengan teman-teman cowok, demi menjaga perasaanmu. tapi kamu ?
Aku mengerti dalam hubungan itu, yang utama adalah "PERCAYA" percaya ? aku percaya sama kamu tapi entah kenapa bom-bom dalam jiwaku tetap saja meledak ketika kamu bersamanya. Aku sudah berusaha tidak meledakkan bom itu dengan berbagai cara. Maaf, aku terlalu sakit untuk melihat semuanya, aku pura-pura tegar dan bahkan pura-pura nggak peduli tapi bukan berarti kamu seenaknya meledakkan bom didalam jiwaku. Semakin Aku diam, semakin meledak Bom tersebut dan bahkan puing-puingnya ikut meledak pula dan mengahancurkan segumpalan darah yang membentuk setengah hati yang letaknya dibawah tulang rusuk. Tapi banyak pelajaran yang aku dapatkan. Aku belajar bersabar dari semua ini, aku belajar memahami semuanya. Dalam diam aku menangis dan dalam diam aku bersabar, dalam diam aku marah, dalam diam aku cemburu, dalam diam aku berusaha tegar ! semuanya itu aku lakukan dalam DIAMKU !
Aku berharap kamu bisa membaca kalimat demi kalimat yang aku ketik dengan jemariku ini :)
Aku lebih memilih Diam)*
Tidak ada komentar:
Posting Komentar